SF Hariyanto Raih Predikat Insinyur Profesional Utama, Pengalaman Fly Over Pekanbaru Jadi Sorotan PII

SF Hariyanto Raih Predikat Insinyur Profesional Utama, Pengalaman Fly Over Pekanbaru Jadi Sorotan PII

 

Indonesiainteraktif.com, Riau - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Ir. H. SF Hariyanto, M.T. dinyatakan memperoleh jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) setelah mengikuti wawancara calon insinyur profesional yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jumat (14/8/2026).

Hasil tersebut diumumkan langsung pada akhir proses wawancara setelah Majelis Uji Kompetensi mendalami pengalaman profesional, kompetensi, serta praktik keinsinyuran yang telah dijalankan SF Hariyanto selama lebih dari tiga dekade.

Berdasarkan jadwal Badan Keahlian Sipil PII, SF Hariyanto tercatat sebagai peserta dari Pemerintah Daerah Provinsi Riau dengan agenda wawancara pada pukul 08.30 WIB. Proses tersebut dilaksanakan secara daring melalui konferensi video sebagai bagian dari tahapan sertifikasi Insinyur Profesional di lingkungan Badan Keahlian Sipil PII.

Wawancara tersebut berdasarkan surat Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Majelis Uji Kompetensi yang menguji SF Hariyanto terdiri dari Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum PII; Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., FIEAust., ASEAN Eng., Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat; serta Dr. Ir. Aksan Kawanda, S.T., M.T., IPU., ACPE., ASEAN Eng., Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.

Dalam proses tersebut, SF Hariyanto turut didampingi unsur PII Riau, yakni H. Aswandi, S.E., Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS); Ir. H. Irving Kahar Arifin, M.E., IPU., ASEAN Eng., Dewan Penasehat PII Riau; serta Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.

Paparkan Pengalaman Bangun Fly Over

Dalam tahapan wawancara, setiap calon Insinyur Profesional diwajibkan mempresentasikan satu pengalaman teknis atau proyek di bidang teknik sipil yang memiliki arti penting dalam perjalanan karier profesionalnya.

SF Hariyanto memilih pengalaman pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman–Imam Munandar di Pekanbaru sebagai materi utama presentasinya.

Proyek tersebut dilaksanakan pada 2010–2012 dengan panjang sekitar 0,212 kilometer. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Istaka Karya (Persero) dengan nilai proyek sekitar Rp63,79 miliar.

Fly over tersebut dibangun sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan kemacetan, konflik arus lalu lintas dan meningkatnya volume kendaraan di simpang Jalan Jenderal Sudirman–Imam Munandar.

Dalam paparannya, SF Hariyanto menjelaskan berbagai aspek teknis dan manajerial yang berkaitan dengan pembangunan proyek tersebut, mulai dari pemisahan arus lalu lintas, integrasi dengan jaringan jalan eksisting hingga penerapan standar keselamatan dan mutu.

Namun, tantangan terbesar muncul ketika kontraktor pelaksana, PT Istaka Karya (Persero), menghadapi proses kepailitan. Saat itu progres pembangunan fly over baru mencapai sekitar 63 persen.

Artinya, masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus diselesaikan. Pada saat yang sama, waktu penyelesaian semakin terbatas karena Riau tengah mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012.

Kondisi tersebut menimbulkan risiko terhadap penyelesaian salah satu infrastruktur strategis yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan PON di Riau.

Dalam situasi tersebut, SF Hariyanto yang ketika itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau mengambil langkah koordinatif agar pekerjaan tetap dapat dilanjutkan dengan memperhatikan aspek teknis, administrasi dan hukum.

Ia melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk hakim dan kurator yang menangani proses kepailitan PT Istaka Karya, untuk mencari solusi agar sisa pekerjaan dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui koordinasi dan pengambilan keputusan yang cermat, pekerjaan fly over akhirnya dapat dilanjutkan hingga tuntas.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh kemampuan SF Hariyanto dalam menghadapi krisis proyek, menyelesaikan persoalan, membangun koordinasi lintas lembaga serta mengambil keputusan strategis di tengah tekanan waktu.

PII Apresiasi Pengalaman Profesional

Wakil Ketua Umum PII Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi terhadap pengalaman profesional yang dipaparkan SF Hariyanto.

Menurutnya, persoalan dalam pembangunan infrastruktur tidak selalu berhenti pada aspek teknis. Seorang insinyur juga dituntut mampu memahami aspek manajemen, administrasi, hukum, koordinasi serta pengambilan keputusan dalam kondisi yang kompleks.

Pengalaman SF Hariyanto dalam menyelesaikan pembangunan fly over di tengah persoalan kepailitan kontraktor dinilai menggambarkan praktik keinsinyuran yang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Prof. Agus juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat ekosistem profesi keinsinyuran melalui Instruksi Gubernur dan Surat Edaran Gubernur Riau terkait penerapan praktik keinsinyuran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi dan kepatuhan terhadap ketentuan keinsinyuran, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat Ir. Habibie Razak juga memberikan apresiasi atas pengalaman yang disampaikan SF Hariyanto.

Menurutnya, paparan tersebut menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan, mulai dari aspek teknis dan manajemen proyek hingga persoalan administrasi, hukum dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pesan untuk Generasi Insinyur

Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto menyampaikan pesan kepada generasi muda insinyur agar tidak membatasi profesi insinyur hanya pada kemampuan merancang dan membangun.

Menurutnya, pembangunan membutuhkan seorang insinyur yang memahami berbagai aspek, mulai dari teknis, manajemen, hukum dan regulasi, administrasi, keuangan, keselamatan, lingkungan hingga aspek sosial dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Insinyur bukan hanya merancang dan membangun. Seorang insinyur harus memahami berbagai aspek keilmuan yang kompleks dalam setiap proses pembangunan. Karena itu, kepada adik-adik generasi insinyur, teruslah belajar dan belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kompetensi, karena tantangan pembangunan akan terus berkembang,” pesan SF Hariyanto.

Perjalanan Panjang di Dunia Infrastruktur

SF Hariyanto memiliki perjalanan panjang di bidang pekerjaan umum dan infrastruktur. Ia mengawali pengabdian sebagai pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau pada 1983–1987, sebelum diangkat sebagai PNS pada 1 November 1987.

Dalam perjalanan kariernya, SF Hariyanto menduduki berbagai jabatan teknis dan strategis, termasuk Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Infrastruktur, hingga Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau.

Ia juga pernah mendapat penugasan di Kementerian PUPR sebelum kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Riau pada 2021–2024.

Setelah menjalani berbagai jabatan birokrasi, SF Hariyanto kemudian dipercaya mengemban sejumlah tugas kepemimpinan di Provinsi Riau dan saat ini menjalankan tugas sebagai Plt. Gubernur Riau.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari pengalaman profesional yang dibawa SF Hariyanto dalam proses uji kompetensi Insinyur Profesional Utama.

Dewan Pembina PII Riau, H. Aswandi, yang juga Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS), menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam kepemimpinan keinsinyuran.

“Sebagai pelaku di bidang konstruksi, kami melihat pengalaman Bapak SF Hariyanto dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ketika sebuah proyek menghadapi persoalan teknis, administrasi, hukum, bahkan kondisi kontraktor yang mengalami kepailitan, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan mencari jalan keluar tanpa mengabaikan aturan,” ujar Aswandi.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi para pelaku jasa konstruksi dan generasi insinyur di Riau untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas dan profesionalisme.

Sementara itu, Ketua PII Wilayah Riau Ir. Ulul Azmi menyampaikan apresiasi atas capaian SF Hariyanto.

Menurutnya, pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang pekerjaan umum dan pemerintahan menjadi aset penting bagi dunia keinsinyuran di Riau.

“PII Wilayah Riau memberikan dukungan penuh kepada Bapak Ir. H. SF Hariyanto, M.T. dalam mengikuti proses Insinyur Profesional. Pengalaman beliau yang lebih dari 30 tahun, mulai dari pekerjaan teknis di bidang pekerjaan umum hingga memimpin pemerintahan Provinsi Riau, merupakan aset penting bagi dunia keinsinyuran dan dapat menjadi teladan bagi para insinyur di daerah,” ujar Ulul Azmi.

Pada akhir proses wawancara, Majelis Uji Kompetensi mengumumkan SF Hariyanto dinyatakan memperoleh jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU).

Capaian tersebut menjadi pengakuan profesional atas pengalaman, kompetensi dan perjalanan panjang SF Hariyanto dalam praktik keinsinyuran, khususnya di bidang infrastruktur dan pembangunan.

Bagi SF Hariyanto, predikat IPU bukan sekadar pencapaian profesional, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab untuk terus mendorong penerapan prinsip-prinsip keinsinyuran dalam pembangunan daerah.

Pencapaian tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, PII, dunia usaha jasa konstruksi dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pembangunan Riau yang berkualitas, aman, berintegritas dan berkelanjutan.