Indonesiainteraktif.com JEMBER – Kondisi Plawangan Pantai Puger yang mengalami pendangkalan kembali menjadi sorotan. Jalur keluar-masuk perahu nelayan yang seharusnya menjadi akses aman menuju laut kini dinilai semakin berbahaya.
Pendangkalan Plawangan membuat arus dan gelombang di jalur tersebut semakin sulit diprediksi. Ombak yang menerjang perahu nelayan saat keluar maupun masuk Plawangan berpotensi menyebabkan kecelakaan laut.
Kondisi tersebut membuat para nelayan Puger merasa waswas. Perahu karam hingga kecelakaan laut bahkan korban jiwa menjadi kekhawatiran yang terus menghantui para nelayan ketika harus melaut.
Para nelayan pun menyampaikan wadul kepada Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus'e) agar persoalan pendangkalan Plawangan Pantai Puger segera ditindaklanjuti. Mereka berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi korban berikutnya.
“Kami berharap Gus'e segera turun tangan dan menindaklanjuti kondisi Plawangan Puger. Ini menyangkut keselamatan nelayan. Kalau dibiarkan, kami khawatir laka laut terus terjadi dan semakin banyak korban,” ungkap nelayan.
Bagi masyarakat nelayan Puger, Plawangan merupakan akses utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, normalisasi dan pengerukan sedimentasi dinilai sangat mendesak agar jalur keluar-masuk perahu kembali lebih aman dan lancar.

Foto diambil kondisi air sedang pasang
Nelayan berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi permanen terhadap pendangkalan tersebut.
Wadul nelayan Puger kepada Gus'e kini jelas: segera normalisasi Plawangan Pantai Puger sebelum pendangkalan kembali memakan korban
[Salman]