Dinas Kesehatan Asahan Tingkatkan Kompetensi Petugas Melalui Sosialisasi Rapid Test HIV dan Malaria

.

indonesiainteraktif.com, Asahan – Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menggelar Sosialisasi Produk Rapid Test HIV dan Rapid Malaria sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung pelayanan diagnosis yang cepat, tepat, dan akurat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Kamis (2/7/2026) dan diikuti oleh pengelola program HIV dan malaria dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Asahan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dalam memperkuat kualitas layanan deteksi dini penyakit menular, khususnya HIV dan malaria. Peningkatan kompetensi petugas diharapkan mampu mendukung penemuan kasus secara lebih cepat sehingga penanganan dan pengobatan dapat segera diberikan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari PT Interskala Medika Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai karakteristik produk rapid test, prosedur penggunaan yang benar, prinsip kerja alat, serta pentingnya menjaga kualitas pemeriksaan untuk memperoleh hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain diikuti oleh pengelola program HIV dan malaria dari seluruh puskesmas, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), serta staf terkait di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK). Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh pembekalan teknis sekaligus kesempatan berdiskusi mengenai penerapan rapid test di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pemeriksaan di lapangan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menegaskan bahwa akurasi hasil pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh pemahaman petugas terhadap penggunaan alat diagnostik yang sesuai prosedur. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan dan memperkuat sistem surveilans penyakit menular.

Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara cepat dan akurat, kasus HIV maupun malaria dapat dideteksi lebih dini sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis yang tepat. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka penularan penyakit, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta penggunaan alat diagnostik yang tepat, kualitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Asahan diharapkan semakin optimal, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.(bahrun)