Bareskrim Polri Ungkap Pembobol Akun Bank dan Grab Rp.21M

Bareskrim Polri Ungkap Pembobol Akun Bank dan Grab Rp.21M

Indonesiainteraktif.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil ungkap sindikat pembobol akun Bank dan Grab yang telah merugikan pihak Bank dan Grab senilai Rp. 21 M. Sindikat pembobol akun Bank dan Grab yang diduga beroperasi sejak tahun 2017 ini ditangkap di daerah di Tulung Selatan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Sejak tahun 2017, ada 3.070 rekening nasabah bank yang dimasuki oleh sindikat dari Tulung Selapan ini.

"Setelah dari Bareskrim mendapatkan laporan, yang dilakukan adalah pembentukan tim, kemudian tim bergerak melakukan penyelidikan," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Bareskrim, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2020).

"Jadi dengan berbagai teknis daripada cyber crime, tim ini kemudian bergerak dan menemukan pelaku di daerah Sumsel, di Tulung Selapan di Ogan Komering Ilir, Sumsel," lanjut Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menjelaskan  Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumsel untuk mengepung sindikat Tulung Selapan ini. Beliau juga menjelaskan bahwa para pelaku ditangkap subuh hari di tiga lokasi yang berbeda, Tulung Selapan, Luwung Gajah dan Palembang.

"Pelaku berjumlah 10 orang. Diambil subuh-subuh, sekitar pukul 04.00 pagi diambil para pelaku, tidak melakukan perlawanan dan ikut. Ada 3 lokasi yang ditemukan oleh penyidik, pelaku ini ada di daerah Luwung Gajah, kemudian Tulung Selapan dan ada di Palembang," ungkap mantan Kabid Humas Polda Jatim ini.

Menurut Argo,  hasil penyelidikan dan pemeriksaan awal, sindikat ini telah membobol 3.070 akun nasabah bank dalam kurun waktu hampir tiga tahun.

"Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Didapatkan bahwa pelaku ini sejak 2017 sampai sekarang, dia sudah melakukan ilegal akses akun sekitar 3.070 rekening," ungkap Argo.

Argo juga menyampaikan jumlah pelaku yang berhasil diamankan adalah 10 orang. Pelaku berinisial berinisial AY (19), YL (25), GS (26), K (53), J (50) dan RP (18), KS (28), CP (27), PA (38), dan AH (34).

 

Bareskrim Polri Ungkap Pembobol Akun Bank dan Grab Rp.21M

Sindikat Kaya Raya Dengan Membobol Akun Bank dan Grab

Dalam konferensi pers yang dilakukan Mabes Polri terungkap bahwa  uang hasil pembobolan tersebut digunakan para pelaku untuk membangun rumah hingga membeli mobil.

"Kemudian motif, untuk ekonomi tapi setelah dicek memang benar dia bisa memperbaiki hidup, rumah bagus, punya mobil, dan sebagainya," ujr Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta.

Menurut Mantan Kabid Humas Polda Jatim ini, para pelaku membobol rekening nasabah dengan cara memanfaatkan one time password. Di mana para pelaku berpura-pura sebagai pihak bank yang menelepon nasabah untuk meminta data dan password akun dengan dalih sedang ada perbaikan sistem.

"Tersangka ini menggunakan one time password, artinya nasabah ini mendapatkan password dari rekening tadi dari bank. Biasanya kita membuka rekening, kemudian kita ada di bagian admin, nah itu dikasih kan passwordsama perbankan untuk konfirmasi," ujar mantan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri ini.

"Inilah, kemudian pelaku ini seolah-olah dari pihak bank, kemudian dia bisa update sistem dan lain-lain. Jadi dia telepon nasabah bank, minta password dengan alasan sedang perbaikan data identitas sedang perbaikan sistem dan lain-lain," sambung Argo

Argo menyebut sindikat pembobol akun nasabah bank dan Grab ini terorganisasi. Sindikat ini bahkan menyuruh warga satu kampung di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), membuka rekening bank untuk menampung hasil kejahatan mereka.

"Uniknya, rekening penampungan ini banyak. Hampir satu kampung diminta untuk buka rekening. Jadi ada timnya, jadi penunjuk. Dia yang jalan memberi iming-iming dan sebagainya biar masyarakat pada buka rekening. Itu yang digunakan rekening penampungan itu," jelasnya.

Selain mempersiapkan rekening penampung milik warga sekampung, sindikat ini memiliki peralatan IT yang mendukung aksi kejahatan mereka. Selain tim yang mengarahkan warga membuka rekening, ada tim yang mengirim hasil kejahatan ke rekening penampung.

"Menariknya, pelaku ini sudah tertata karena ada kaptennya dan juga ada yang mempersiapkan rekening penampungan, juga ada yang mempersiapkan semua peralatan IT-nya, dan juga ada yang bertugas mengirim rekening daripada korban ini ke rekening penampungan," jelas Argo.

"Kemudian juga ada yang mengambil dari rekening penampungan itu. Jadi dari 10 tersangka, kaptennya, komandannya ini si tersangka AY. Dia yang mengendalikan operasinya," sambung Argo.

 

Bareskrim Polri Ungkap Pembobol Akun Bank dan Grab Rp.21M

(II/KBJak/KB)