IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu Selatan -- Hampir satu bulan pasca peristiwa duel maut yang menewaskan tiga orang (14/8) lalu, hingga kini Satreskrim Polres Bengkulu Selatan (BS) belum menetapkan tersangka. Duel maut antara dua bersaudara versus ayah dan anak ini, polisi belum menyimpulkan proses hukum atas perkara tersebut. Polres BS masih melakukan pendalaman untuk menggali motif pembunuhan tersebut. Sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa berdarah itu.
“Kami belum bisa mendapatkan motif yang pasti dan kronologis yang sebenarnya seperti apa. Masih didalami,” ungkap Kapolres BS AKBP. Florentus Situngkir, S.IK disampaikan Kasat Reskrim Iptu. Susilo, MH.
Kasat melanjutkan, lambatnya proses pengusutan kasus ini, lantaran pihaknya terkendala beberapa hal. Salah satunya minim saksi. Mengingat, tidak ada saksi yang menyaksikan secara langsung perkelahian tersebut. Sehingga, pihaknya sulit mencari kejesalan terkait kronologis sebenarnya peristiwa yang merenggut tiga nyawa itu.
“Tidak ada saksi yang melihat atau menyaksikan langsung perkelahian itu. Sehingga, kami belum mendapat keterangan yang pasti untuk menyimpulkan kronologisnya,” terangnya.
Sementara satu korban yang selamat dari peristiwa tersebut yakni Een Fernando (26) warga Desa Batu Kuning, Kecamatan Ulu Manna sudah diperiksa. Een merupakan korban yang juga saksi kunci. Namun, polisi belum membuat kesimpulan, meskipun sudah mendapat keterangan dari Een. Sehingga, pihaknya belum bisa menentukan pihak mana yang bersalah.
“Kalau tersangka belum ada,” ujarnya.
Untuk diketahui, kejadian perkelahian dua bersaudara Vs dua beranak tersebut terjadi pada, (14/8) lalu. Lokasi peristiwa mengerikan tersebut terjadi di Hamparan Sawah Ulu Kurawan Desa Sebilo, Kecamatan Pino. Tiga orang korban meninggal dunia yakni Dudi Sunsari (40) dan Jono (41) warga Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino serta Kani Hartono (44) warga Desa Batu Kuning Kecamatan Ulu Manna.
Penulis : Andre
Editor : Daddy