IndonesiaInteraktif.com, Lampung -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar rapat untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani singkong dan merumuskan upaya menyukseskan program swasembada pangan. Rapat yang dipimpin oleh Bupati Dr. Ir. Hi. Hamartoni Ahadis, M.Si., dan Wakil Bupati Romli, S.Kom., S.H., M.H., ini juga dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Salah satu fokus utama dalam rapat ini adalah penurunan harga singkong yang berdampak besar terhadap kesejahteraan petani. Untuk menyikapi hal ini, Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara membentuk tim investigasi yang akan turun langsung ke pabrik-pabrik singkong untuk mengidentifikasi penyebab utama anjloknya harga tersebut.
Tim investigasi ini akan memastikan apakah turunnya harga singkong disebabkan oleh mekanisme pasar, kendala distribusi, atau kebijakan industri yang memengaruhi harga jual di tingkat petani. Selain itu, rapat juga menyoroti masalah banyaknya pabrik singkong yang tidak beroperasi. Ketidakberoperasian pabrik-pabrik tersebut menyebabkan terhambatnya penyerapan hasil panen, yang berujung pada kelebihan pasokan dan penurunan harga di tingkat petani.
Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hi. Hamartoni Ahadis, M.Si., menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi yang dihadapi para petani.
"Kami ingin mendapatkan gambaran yang jelas mengenai penyebab anjloknya harga singkong. Apakah ini murni karena mekanisme pasar, turunnya permintaan, atau ada faktor lain yang berpengaruh. Oleh karena itu, tim investigasi akan segera turun ke lapangan untuk memastikan keadaan sebenarnya," ujar Bupati.
Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., menambahkan bahwa langkah ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mendukung dan mewujudkan program swasembada pangan di Lampung Utara. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketahanan pangan di daerah ini," tuturnya.
Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret yang tidak hanya menyelesaikan masalah harga singkong, tetapi juga memberikan kontribusi pada program swasembada pangan yang lebih luas di Kabupaten Lampung Utara.
Penulis : Yuda Pranata
Editor : Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, S.H., M.H., CPM. CPA