Indonesiainteraktif.com, Kota Bengkulu -- Polresta Bengkulu menggelar acara doa bersama lintas agama di taman makam Sentot Alibasyah, Kelurahan Bajak, yang merupakan salah satu situs bersejarah (30/6/2023). Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-77 tahun 2023 yang bertemakan "Merajut Nasionalisme dan Toleransi Beragama guna Merawat Kebhinekaan dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan Bangsa untuk Pemilu Menuju Indonesia Maju," acara ini juga melibatkan revitalisasi makam Sentot Alibasyah.
Revitalisasi situs budaya/agama ini dilakukan untuk menjaga dan merawat situs tersebut agar tidak mengalami penurunan kualitas dan kerusakan fisik maupun nilai pentingnya. Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Aris S, yang hadir dalam acara tersebut bersama dengan unsur forkopimda, menyaksikan amanat dan arahan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui zoom dari lapangan Bhayangkara di Jakarta.
"Revitalisasi situs budaya/agama ini penting karena makam Sentot Alibasyah merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi seorang tokoh pejuang yang berperan sebagai partner Pangeran Diponegoro dalam sejarah bangsa. Diharapkan bahwa dengan revitalisasi ini, makam Sentot Alibasyah dapat menjadi tempat wisata religi yang dikunjungi oleh wisatawan dari dalam dan luar negeri, serta dapat memberikan dorongan bagi perekonomian khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu", ujar Aris.
Selama tiga minggu terakhir, pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya revitalisasi, seperti pemasangan penerangan jalan di sekitar makam, pengecatan pagar, penyediaan sumber air, pembuatan siring, dan sejumlah peningkatan lainnya. Sekda Arif Gunadi, atas nama Pemerintah Kota Bengkulu, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan revitalisasi cagar budaya ini.
"Revitalisasi ini akan membantu meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap situs budaya dan menjadi daya tarik bagi wisatawan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat", ujar Arif.