
Indonesiainteraktif.com , Kota Bengkulu -- Bank Indonesia melaporkan peningkatan jumlah pengguna baru sistem pembayaran non-tunai, Indonesian Standard (QRIS), di Provinsi Bengkulu setiap bulannya. Jumlah pengguna QRIS terus mengalami peningkatan di Provinsi Bengkulu serta menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
"Jumlah pengguna QRIS terus mengalami peningkatan setiap bulannya di Provinsi Bengkulu seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat atas kemudahan menggunakan QRIS," kata Kepala BI Perwakilan Provinsi Bengkulu Darjana pada Rabu (2/8/2023).
Perwakilan Provinsi Bengkulu menyatakan bahwa selama triwulan 2023, setiap bulannya terjadi penambahan lebih dari 10.000 pengguna baru QRIS di Provinsi Bengkulu, dengan total pengguna baru mencapai 162.199. Selain itu, sudah ada sebanyak 128.373 pengguna yang telah menggunakan layanan QRIS.
Dalam persentase, Provinsi Bengkulu memberikan kontribusi lebih dari 10% terhadap total nasional. Perwakilan Provinsi juga menyebutkan bahwa kondisi di Bengkulu cukup baik, sehingga kontribusi tersebut sangat signifikan terhadap tingkat nasional.
Bank Indonesia masih berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait QRIS. Perwakilan Provinsi Bengkulu fokus membidik generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen-Z), untuk memperkenalkan dan mendorong adopsi QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai. Pada penerimaan mahasiswa baru tanggal 31 Juli lalu, Bank Indonesia bekerja sama dengan Universitas Bengkulu dan Bank Andir untuk menyediakan kartu debit mandiri bagi mahasiswa guna memfasilitasi transaksi dengan QRIS.
Selain itu, pihak Perwakilan Provinsi Bengkulu juga mendorong pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Bengkulu untuk lebih aktif dalam memasyarakatkan efektivitas elektronifikasi transaksi. Disampaikan bahwa ini penting untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil menengah dan industri lainnya yang memanfaatkan pembayaran melalui QRIS.
Penulis : Andre Putra
Editor : Daddy