Indonesiainteraktif.com - Pilkada damai yang dicananhkan KPU, BAWASLU dan Pemerintah diwarnai kebiadaban sekelompok orang pada Pesantren Desa Bukit Indah Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur.
Penganiayaan dan pemerasan yang dilakukan itu mirip aksi Gerombolan. Ada beberapa fakta lapangan yang membuat keprihatin pada Masyarakat Kaur. Bahwa para ‘gerombolan’ itu melakukan penggeledaan diluar kewenangannnya. Kalau memang ada kesalahan, mengapa tidak melibatkan Bawaslu atau aparat Kepolisian.
Maka salah kalau para pelaku penggeledaan itu disebut sebagai gerombolan.
Penggeladahan yang dilakukan ‘gerombolan’ itu diduga dilakukan oleh oknum simpatisan Paslon di Pondok Pesantren Salafus Sholeh, Desa Bukit Indah Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, pada Sabtu (28/11/2020) sekira pukul 23.00 Wib.
"Kami sangat menyesalkan, prihatin dan mengecam atas aksi yang dilakukan oleh oknum warga yang mirip aksi gerombolan itu, karena kejadian penggeledahan itu adalah suatu aksi yang sangat tidak terpuji, dan sudah mencoreng marwah lembaga pendidikan Islam, padahal kita sudah sama-sama tahu bahwa pondok pesantren adalah tempat menimba ilmu para santri, tetapi kenapa kok malah pondok pesantren itu diacak-acak." Kata Rais Aam (Dewan Penasehat) MPC NU Kaur, Kiyai Besar Sidarmin Tetap, M.Pd, saat diwawancarai melalui telepon selulernya, Sabtu (5/12/2020).
Ditambahkan beliau lagi, yang sangat kami tidak terima dan prihatin lagi ialah sekelompok orang yang hampir seperti gerombolan penjahat ini menggeledah juga Asrama Putri di Pondok Pesantren tersebut.
"Pada intinya saat ini tidak hanya para tokoh NU yang mengecam aksi mereka, beberapa tokoh Muhammadiyah dan MUI pun sangat tersinggung atas aksi itu, apalagi saya dapat informasi di media bahwasanya para pelaku ini belum juga diamankan, harapan kami kepada pihak kepolisian agar segera amankan para pelaku dan tegakkan hukum demi kepentingan marwah lembaga islam." pungkas Sidarmin.
Sudah saatnya Polres Kaur lebih tegas dalam menangani para gerombolan ini. Tentu demi kondusifitas Kabupaten Kaur bukan hanya sebelum Pilkada tetapi juga setelah Pilkada.
Mari kita dukung TNI dan Polri mengamankan Kabupaten Kaur, agar situasi kodusif dapat terus terjaga.
(II/Hy)