Walikota Bengkulu Positif Covid-19, Bukan Aib dan Bisa Sembuh, Insya Allah Bisa Nyalon

Walikota Bengkulu Positif Covid-19, Bukan Aib dan Bisa Sembuh, Insya Allah Bisa Nyalon

Walikota Bengkulu Positif Covid-19, Bukan Aib dan Bisa Sembuh, Insya Allah Bisa Nyalon
 

Indonesiainteraktif.com - Hari Senin sekira Jam 15.30 WIB (31/8/2020), penulis mendapatkan rilis pertama kali dari Herwan Antoni,  Kepala  Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu,  tentang kasus terpapar Covid-19, seseorang yang diidentifikasi dengan kasus 344. Terduga lelaki dalam keterangan tersebut adalah Kepala Daerah di Provinsi Bengkuku dengan inisial Hn. Saat saya menyebut nama Walikota Bengkulu, Herwan Antoni mengiyakan dan tidak membantah.

Setelah itu banyak berita yang menulis tentang terpaparnya walikota Bengkulu Helmi Hasan karena Covid-19 dari berbagai media cetak dan media online, saya merasa perlu menulis editorial di media online indonesiainteraktif.com untuk membuat sejuk suasana, menghindari praduga dan saling tuduh yang tidak mendasar, yang bisa memperkeruh suasana dan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Sebenarnya terpapar Covid-19 bukan aib dan bukan masalah. Terpapar Covid-19 dapat sembuh, jika dapat diidentifikasi sejak dini dan diobati dengan baik. Bahkan teman baik penulis, Zuhandi, SH., MH, waktu itu menjabat Kajari Bantul, sempat terpapar Covid-19 bisa sembuh total, sekarang dipromosikan sebagai Asintel Kajari Bali. Begitu juga Heriyanto, pegawai Bank Bengkulu juga bisa sembuh seperti seperti sediakala. Banyak lagi orang lain yang bisa sembuh Covid-10, mulai dari pejabat tinggi, rakyat biasa bahkan rakyat jelata dapat sembuh dari Covid-19.

Dengan fasilitas yang didapatkannya sebagai seorang pejabat Negara, berupa pelayanan kesehatan yang optimal, insya Allah Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan dapat sembuh seperti sediakala, dapat beraktifitas seperti semula dan insya Allah dapat mengikuti kontestasi Pilkada Gubernur Bengkulu Tahun 2020, tentunya jika semua persyaratan yang telah disyaratkan oleh KPU dapat dipenuhi.

 

Politik Santun Orang Bengkulu :

Hidup dan Diterima Hidup di Bengkulu, Menjadi Orang Bengkulu

Walaupun begitu, di berbagai media, para pembenci mulai melakukan politisasi kasus Walikota Bengkulu Helmi Hasan ini dan menghubung-hubungkan dengan syarat pencalonannya sebagai Gubernur Bengkulu. Mereka tidak ingin Pilkada Bengkulu berlangsung damai. Bahkan ada yang secara kasat mata menuduh Rohidin Mersyah sebagai dalang satus terpapar Covid-19 Helmi Hasan, pesaing beliau sebagai sesama bakal calon Gubernur Bengkulu.

Dalam balasan chatnya  dengan seseorang yang beredar di media sosial, Rohidin Mersyah  mengatakan “Hal ini jangan di politisir tp kita hadapai dengan SOP yang benar sesuai protokol kesehatan. Kita tidak boleh main2 dg hal seperti ini.” Dokumentasi ada pada redaksi.

Dalam kiriman WA nya kepada redaksi setelah mendapatkan dukungan dari PDIP, Rohidin Mersyah kepada penulis, “Yo...kito berusaha maksimal dg cara2 yg baik.” Tidak ada sedikitpun untuk melakukan dengan cara-cara yang tidak baik.

Bahkan beberapa bulan yang lalu saat sekelompok orang ingin melaporkan seorang aktivis media sosial ke Polda Bengkulu, beliau juga melarang, “jangan, kasihan beliau,” kata Rohidin Mersyah.

Behitu juga Helmi Hasan, beberapa kali saya bertemu beliau bahkan sempat membuat video untuk channel youtube saya Doctor Herawan, tidak ada sedikitpun hal buruk yang pada beliau

Nah, melihat berita yang beredar hari ini, juga melihat statemen dari beberapa orang ‘pintar’ di Media Online, seolah-olah Rohidin Mersyah menggunakan kekuasaannya untuk mengintervensi PCR Covid-19. Ini yang tidak benar. Janganlah kita ‘su udzon’, bahkan membuat panas situasi atau memanas-manasi pihak  Rohidin Mersyah dan Helmi Hasan.

Biarkan Rohidin Mersyah, Helmi Hasan dan mungkin juga Ahmad Hijazi dan Agusrin M Najamuddin bersaing secara fair. Buat sutuasi kontertasi Gubernur Bengkulu menjadi kontestasi teraman di Indonesia.

Kepada para pendukung, partisipan hingga tenaga ahli calon Kepala Daerah, khususnya untuk Gubernur Bengkulu, berikan saran, pendapat bahkan nasehat terbaik, hindari keributan dan perpecahan karena persatuan, kesatuan, kedamaian, persaudaraan dan ketentraman lebih penting dari Pilkada itu sendiri. Mari tunjukkan jati diri orang Bengkulu yang tidak suka keributan.

Kepada seluruh masyarakat, ayo kita buat situasi yang kondusif. Biar Bengkulu tetap aman pada Pilkada Gubernur dimasa pandemi Covid-19 ini. Kepada Bawaslu, Aparat Keamanan/Aparat Penegak Hukum untuk memantau media sosial dan media online, agar hal-hal yang dapat menimbulkan keributan dapat dieliminir.

 

[Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT, IAI]

Doctor of Philosophy in Social Science

Expert in Political Science, Political Communication and Social Media]