Rakernas BKKBN Tahun 2023, Bahas Evaluasi dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting

Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Jakarta Timur, Rabu (25/01/2023). (Foto: DDY)

Indonesiainteraktif.com, Jakarta -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) membahas strategi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana serta program percepatan penurunan stunting tahun 2023 di Auditorium Kantor BKKBN Pusat di Jakarta, Rabu (25/01/2023).

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan Rakernas akan membahas evaluasi dan strategi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Rakernas juga akan membicarakan evaluasi dan strategi percepatan penurunan stunting tahun 2023.

"Keluarga-keluarga saat ini menghadapi banyak tantangan. Disrupsi informasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan keluarga. Kita juga harus menyiapkan generasi untuk meraih Bonus Demografi dan mengisi Indonesia Emas 2045," terang Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Gotong royong dan pendekatan pentahelix dalam percepatan penurunan stunting menurut Hasto akan lebih diperkuat dalam strategi di tahun 2023.

"Keluarga harus mengubah mindset dalam mengasuh dan memberi asupan gizi bagi balitanya.Tidak perlu mahal karena banyak sumber pangan di lingkungan sekitar yang sebetulnya cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi," ungkapnya.

Asupan satu telur satu hari cukup untuk memenuhi protein hewani anak-anak di fase 1000 Hari Pertama Kehidupan. Apalagi ditambah ikan lele, misalnya.

"Jadi sebenarnya murah. Hal inilah yang menjadi dasar perlunya perubahan mindset keluarga," katanya.

Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi yang di dalamnya memuat pengukuran prevalensi stunting merupakan pilar kelima dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting. (DDY)