Indonesiainteraktif.com, Bengkulu -- Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pra-PON 2023, masuk dalam bahasan utama dalam rapat koordinasi (Rakor) KONI Provinsi Bengkulu. Rakor yang melibatkan KONIDA sepuluh kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga (cabor) itu, berlangsung selama tiga hari.
Rakor yang berlangsung di Sekretariat KONI Provinsi Bengkulu itu, hari pertama 26 Desember 2022, menggelar rapat dengan KONIDA. Rapat yang dibuka Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Drs. M. Daud Abdullah itu, dari KONIDA minta kejelasan terkait pelaksanaan Porprov.
Begitu juga rapat dihari kedua, 27 Desember 2022, bersama cabor terukur dan cabor akurasi, membahas soal Pra - PON. Dalam rapat tersebut, pemateri adalah Bogy Restu Ilahi. Intinya tahun 2023, akan ada agenda besar, yakni babak prakualifikasi PON.
Seperti dipaparkan Sekretaris Umum KONI Provinsi Bengkulu, Densi Purna Irawan, S.Kom, dari tiga hari pelaksanaan Rakor itu, beberapa hal diputuskan. Diantaranya seperti yang disampaikan Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu, bahwa Porprov tak akan dilaksanakan tahun 2023.
Alasannya, karena tak tersedia anggaran. Baik Dispora maupun KONI. Tapi tentu akan digelar
seleksi dengan metode yang lain.
"Jadi KONIDA yang minta kejelasan soal Porprov 2023, dipastikan tidak ada Porprov 2023," jelas Densi.
Lanjut Densi, jika Porprov tidak terlaksana, maka untuk seleksi menuju Porwil dan Kejurnas (Pra-PON) akan dilaksanakan seleksi secara mandiri. Yakni dengan melaksanakan Selekda atau Kejurda, sehingga tetap ada kompetisi untuk mengukur kemampun sebagai ajang selesksi atlit. "Meski tidak ada Porprov, seleksi atlet tetap ada. Yakni ada gelaran Selekda atau Kejurda," tegas Densi.
Dalam Rakor KONI berlangsung selama tiga hari itu, tambah Densi, dihadiri langsung Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dadang Mishal, SH, MH, dan para wakil ketua KONI serta sejumlah Kabid. (Adv)