Indonesiainteraktif.com , Bengkulu -- Pemprov Bengkulu dan Pemprov Jawa Timur (Jatim) tidak hanya menjalin kerja sama dagang untuk meningkatkan ekonomi dan pangsa pasar, tetapi juga menginisiasi penguatan historis Sang Saka Merah Putih. Sang Saka Merah Putih ini pertama kali dijahit oleh Ibu Agung Fatmawati, dan bendera merah putih tersebut berasal dari Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur pada abad ke-13.
Salah satu upaya penguatan historis Sang Saka Merah Putih dilakukan dengan mengumpulkan dan menambah koleksi sejarah di Museum/Rumah Kediaman Ibu Agung Fatmawati di Simpang Lima Ratu Samban, Kota Bengkulu. Dalam upaya ini, Ikatan Keluarga Jawa Timur (IKJT) Bengkulu juga turut berperan aktif.
Inisiatif ini muncul dalam acara Gathering Penguatan Pasar antar Daerah dan Forum Silaturahmi Gubernur Jawa Timur dengan Masyarakat Bengkulu asal Jawa Timur, yang berlangsung di Ballroom Mercure Hotel Padang Jati Kota Bengkulu, Minggu (02/06/2023).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa keberadaan IKJT di Bengkulu perlu diperkuat dalam kolaborasi dengan Pemprov Bengkulu dan Yayasan Fatmawati. Tujuannya adalah agar kekuatan simbol merah putih sebagai simbol nasional Indonesia dapat memperoleh semangat nasionalisme yang terpusat di Bumi Rafflesia.
Menerima inisiatif ini dengan baik, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan historis Sang Saka Merah Putih yang dijahit pertama oleh Ibu Agung Fatmawati, seorang putri terbaik Bengkulu, dengan bendera merah putih sebagai lambang kebesaran Kerajaan Majapahit.
Menurut Sekda Hamka Sabri, di masa depan hal ini dapat menjadi daya tarik tersendiri, jika masyarakat dunia ingin mengetahui sejarah lengkap bendera merah putih, tempat yang hanya ada di Provinsi Bengkulu.
"Dengan senang hati, kami sepenuhnya mendukung pernyataan Gubernur Jatim bahwa peninggalan sejarah bendera merah putih akan difokuskan di Bengkulu, tepatnya di Rumah Kediaman Ibu Agung Fatmawati," ujar Sekda Hamka Sabri.
Editor : Daddy