Mengupas Potensi dan Tantangan UMKM Bengkulu untuk Berkembang dan Berdaya Saing

Mengupas Potensi dan Tantangan UMKM Bengkulu untuk Berkembang dan Berdaya Saing pada Selasa (18/7/2023) , (Foto : Andre)

Indonesiainteraktif.com , Kota Bengkulu -- Bengkulu Talk Show dengan tema "Memajukan dan Membina UMKM Provinsi Bengkulu" sukses digelar di Atrium Megamall Bengkulu pada Selasa (18/7/2023). Acara ini dihadiri oleh narasumber terkemuka, termasuk H. Suharto S.E., M.B., Waka II DPRD Provinsi Bengkulu, Indra Jaya Sam, Kepala Bidang Industri Kecil Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bengkulu, Edito Dwi Antoro, S.T., M.T., GM Megamall Bengkulu, Mulyadi Tanjung, Ketua Komunitas Sunmor Bengkulu, dan Edy Riyanto, dari Komunitas Batu Akik Rafflesia.

Salah satu poin yang dibahas pada acara tersebut yaitu tentang UMKM yang terdaftar di Provinsi Bengkulu, produk UMKM nya, legalitas produk UMKM nya, dan wadah promosi produk UMKM nya.. 

"UMKM yang terdaftar di Provinsi Bengkulu itu ada sandang, pangan, dan logam yang nilainya terdata sebanyak 8000 umkm seprovinsi bengkulu. Untuk UMKM yang banyak di Bengkulu ini lebih berfokus pada makanan, minuman, dan batik" ujar Indra.

Namun, terdapat beberapa tantangan bagi komunitas UMKM di Bengkulu, seperti yang diutarakan oleh Mulyadi dari Komunitas Sunmor (Sunday Morning). 

"Untuk diketahui bahwa komunitas Sunmor telah berdiri sejak tahun 2016 dengan anggota sebanyak 186 orang, tapi hanya sekitar 80 orang yang aktif. Tantangan dari Komunitas Sunmor itu kurangnya dukungan dari lembaga hukum, terutama terkait pendanaan, menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan usaha kami" sanggah Mulyadi.

Sementara itu, komunitas penggemar batu akik di Bengkulu juga menarik perhatian, karena jumlah pecinta batu akik cukup banyak, namun pengrajinnya hanya sekitar 170 orang. 

"Pada masa pandemi Covid-19, sejumlah pengrajin batu akik terpaksa beralih profesi, namun saat ini banyak yang telah kembali ke profesi ini" ungkap Edy.

Dalam konteks pemberdayaan UMKM, Edito dari GM Megamall Bengkulu menyatakan bahwa pusat perbelanjaan tersebut saat ini tengah melakukan peralihan untuk lebih mendukung UMKM dengan mendirikan Ekonomi Kreatif Center agar para pelaku usaha UMKM dapat berjualan di dalam Megamall Bengkulu.

Mengenai pembinaan UMKM, Indra menegaskan bahwa Dinas Perdagangan Bengkulu telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan mitra, termasuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kerjasama tersebut berfokus pada masalah paten dan Hak Merek Berusaha guna memberikan perlindungan lebih bagi para pelaku usaha UMKM.

Bengkulu Talk Show ini menjadi platform penting untuk menyampaikan informasi, berdiskusi, dan memberikan dukungan bagi perkembangan UMKM di Provinsi Bengkulu. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga swasta seperti Megamall Bengkulu, diharapkan UMKM di daerah tersebut dapat semakin maju, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah.

Penulis : Andre
Editor : Daddy