
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. Mereka bersaing dalam 2 kali pemilihan Presiden. Pada kabinet Indonesia Maju 2019 - 2024, Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet Indonesia maju pimpinan Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertahanan (Foto: Rendy Akbar)
Indonesiainteraktif.com, Jakarta -- Sebagai seorang mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Baret Merah Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terbiasa hidup keras dengan ancaman kematian, adalah suatu kewajaran jika penampilan bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan RI tegas, berwibawa dan berkomitmen. Namun bukan berarti dalam kehidupan sehari-hari saat ini Prabowo keras, kasar dan kaku, karena setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai tentara, Prabowo saat ini adalah seorang yang lemah lembut, penyayang, penuh perhatian serta sangat menghargai orang lain.
Hari demi hari gaya komunikasi bakal calon presiden (bacapres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2024 mulai menyesuaikan dengan gaya komunikasi masyarakat sipil yang lebih lembut dan tidak berapi-api. Gaya komunikasi Prabowo sudah terlihat lebih santai. Perubahan gaya kominikasi Prabowo ini terus meningkatkan elektabilitas beliau sebagai bakal calon presiden dari Partai Gerindra.
Peningkatan elektabilitas Prabowo saat ini juga karena adanya dukungan dari generasi muda, kaum milenial dan gen z sebagi penyumbang suara terbanyak di Pilpres 2024.
Hasil riset Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan Prabowo lebih unggul dipilih gen z. Dalam survei nasional periode Juli 2023, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional Gema Nusantara Bakry, menyebut dalam kelompok umur 17 sampai 24 tahun, responden Gen- cenderung menjatuhkan pilihannya pada Prabowo. Jika pemilihan presiden (pilpres) dilaksanakan saat ini, sebanyak 39,8 persen responden kelompok umur 17 sampai 24 tahun mengaku akan memilih Prabowo. Sementara 31,5 persen dari gen z menyatakan dukungannya pada Ganjar Pranowo, dan 23,4 persen memilih Anies Baswedan.
Hasil penelitian Lembaga Survei Nasional (LSN), sebagaimana disampaikan Gema Nusantara Bakry dalam konferensi pers rilis survei, anak muda Indonesia ternyata termasuk dalam kategori pemilih rasional (rational voters) yang tidak mudah terjebak oleh politik pencitraan. Hasil survei tersebut berdasarkan pada pertanyaan yang diajukan terhadap 1.420 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak berjenjang.

H. Suharto, SE., MBA, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu, dalam berbagai kesempatan mengatakan tidaklah mungkin seorang mantan Komandan Jenderal Kopassus klemak-klemek atau membodoh-bodohi dirinya di depan umum untuk menarik perhatian masyarakat. Prabowo tetaplah pemimpin yang tegas, perhatian dan penyayang.
Menurut Suharto, peningkatan elektabilitas Prabowo dari hari ke hari adalah bukti terus bertambah cintanya rakyat kepada beliau. Apalagi rasa hormat beliau kepada Presiden Joko Widodo yang luar biasa membuat masyarakat bertambah menaruh hati kepada Prabowo. Bahkan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (alm) dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa orang yang paling ikhlas kepada NKRI adalah Prabowo.
Kedekatan Prabowo dengan Jokowi yang dulu adalah lawan politiknya, menunjukkan begitu luas hati Prabowo kepada para mantan lawan politik beliau. Ini menunjukkan sifat kenegarawanan sejati dari Prabowo. Dalam satu kesempatan Presiden Jokowi pernah berkomentar ‘setelah ini jatahnya ‘Pak Prabowo’ merujuk jawaban pertanyaan siapa Presiden setelah Presiden Joko Widodo.
Writer :
Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT., IAI., - Journalist, Doctor of Philosophy in Social and Political Science, Airlangga University, Surabaya. Expert in Political Science, Political Communication and Social Media.
Editor :
Adv. Rindu Gita Tanzia Pinem, SH., MH - Journalist, Bachelor of Law and Master of Law, Bengkulu University, Bengkulu.