Indonesiainteraktif.com, Bengkulu - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring bersama rekan di Komisi 2 DPRD Provinsi melakukan kunjungan kerja ke salah satu BUMN bidang Farmasi dan Obat-obatan PT. Indofarma Tbk di Bekasi, Kamis (28/07/2022).
Dalam kunjungan ini mereka juga membawa direksi PT. Bengkulu Mandiri salah satu BUMD milik Provinsi Bengkulu. Misi kunjungan ini adalah untuk mendorong dan penjajakan kerjasama, kolaborasi imbal balik antara BUMN dan BUMD untuk memanfaatkan potensi ataupun produk masing-masing para pihak.
“Ternyata banyak potensi bisnis yang dapat dikembangkan, baik dari hulu maupun hilir yang berkenaan kebutuhan maupun menaikkan produk pertanian dan perkebunan serta sektor lainnya yang ada di Provinsi Bengkulu jika BUMN dan BUMD dapat bersinergi dengan baik kedepanya,” jelasnya.
Misalkan, petani kita banyak menghasilkan jenis tanaman holtikultura dan palawija, seperti Jahe, kunyit, kencur, cengkeh, kayu manis, daun jati Belanda atau tanaman budaya kita untuk bahan obat herbal yang bisa dibeli oleh BUMD ataupun anak perusahaannya dalam bidang ini nanti.
“Perusahaan ini bisa menjual ke PT.Indofarma Tbk, Kimia Farma maupun Biofarma yang notabene membutuhkan bahan-bahan yang berasal dari Provinsi Bengkulu. Dengan kerjasama ini maka harga hasil pertanian dan perkebunan dari para petani di provinsi bengkulu akan naik dan edukasi pengelolaan hasil pertanian bisa dilakukan untuk memenuhi standard kebutuhan pabrik obat,” ungkapnya.
BUMD kita juga terbuka peluang untuk memasarkan kembali obat-obatan yang berasal dari BUMN, bukan obat Import dan karenanya bisa melalui kerjasama distribusi maupun pemasaran bahkan kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit pemerintah (RSUD, Dinas Kesehatan, Puskesmas sampai Posyandu) ataupun rumah sakit swasta bisa dikelola oleh BUMD atau anak perusahaan BUMD yang akan bergerak dibidang kesehatan.
Kerjasama simbiosis mutualisme ini akan menghasilkan pendapatan BUMN, BUMD dan para petani kita. Pelayanan dan ketersediaan obat-obatan pun bisa semakin cepat dan bisa diakses oleh masyarakat kita.
Tinggal kita menunggu kemauan dan kinerja para enterpreneurship pengelola badan usaha kita ini bisa atau tidak memanfaatkan peluang dan tantangan yang sudah kami rintis ini. Pungkas Anggota Dewan Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring. (Indoaktif/Adv)