Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu, Suimi Fales, S.H., M.H menanggapi Adanya Perubahan Beberapa Nama Jalan Simpang di Kota Bengkulu

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu, Suimi Fales, S.H., M.H menanggapi Adanya Perubahan Beberapa Nama Jalan Simpang di Kota Bengkulu, Selasa 6 Juni 2023 (Foto : Daddy)

IndonesiaInteraktif.com - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bengkulu, Suimi Fales, S.H., M.H menanggapi Adanya perubahan beberapa nama Jalan Simpang di Kota Bengkulu. Berita ini menjadi pemberitaan yang sedang booming di kota Bengkulu ini.(5/6/2023)

Suimi Fales atau yang lebih di kenal dengan sapaan Wan Sui ini mengatakan perubahan nama jalan tersebut kurang tepat. Apalagi perubahan nama jalan simpang di ganti dengan nama- nama walikota Bengkulu terdahulu.

“Kenapa tidak memakai nama Pahlawan kalau memang mau diganti. Mungkin banyak Pahlawan-Pahlawan Nasional yang bisa dibuat untuk nama Jalan,” ujar Suimi Fales. Politis dari partai PKB ini berpendapat nama simpang diganti dengan nama Pahlawan yang memang berjasa agar anak cucu tetap ingat dengan Pahlawan-Pahlawan Nasional yang berjuang untuk memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti di Padang Kemiling ada kantor Nahdlatul Ulama (NU), bisa dibuat Jalan Hasyim As’ari. Kemudian, lanjutnya di Kampung Bali ada Universitas Muhammadiyah, bisa dibuat Jalan Ahmad Dahlan.

Kalau memang mau diganti, inventarisir dulu Pahlawan-Pahlawan Bengkulu yang betul-betul memenuhi syarat untuk dikenang dengan generasi berikut nya. Jangan mengganti nama Jalan untuk kepentingan sesaat, apa lagi kepentingan Politik tertentu,” pungkasnya.

“Pada prinsip nya, kita setuju-setuju saja diganti nama Jalan nya, tapi dengan nama yang betul-betul tepat dan memenuhi kriteria untuk selalu dikenang,” ujar Wan Sui.(adv)