Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan Nisan Deni Purnama Ikut Angkat Bicara Terkait Kabar Salah Satu Calon Kepala Desa Nanjungan yang Menyetor Sejumlah Uang

Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan Nisan Deni Purnama Ikut Angkat Bicara Terkait Kabar Salah Satu Calon Kepala Desa Nanjungan yang Menyetor Sejumlah Uang (Photo : Andre)

IndonesiaInteraktif.com - Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan Nisan Deni Purnama ikut angkat bicara terkait kabar salah satu calon Kepala Desa (Kades) Nanjungan yang menyetor sejumlah uang demi bisa menjadi kades. Politisi Golkar ini sangat menyayangkan jika apa yang disampaikan calon kades benar adanya.

"Sangat buruk berarti jika memang benar ada permainan uang itu. Sudah dari bawah (desa,red), demokrasi di Bengkulu Selatan buruk dan tercoreng kalau begini," kata Deni.

Ia pun berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena dapat mencoreng demokrasi di kabupaten Bengkulu Selatan khususnya di tingkat desa.

"Mudah-mudahan ini yang terakhir terjadi. Sangat malu kita kalau terus terulang dan bisa-bisa demokrasi di Bengkulu Selatan memang betul-betul rusak dan hancur jika money politik masih ada," jelas Deni.

Deni juga menyarankan perbup terkait pemilihan kepala desa direvisi. Terutamanya mengenai tes tertulis jika calon kepala desa mendapatkan perolehan suara sama. Lebih baik dilakukan dengan sistem CAT atau tes menggunakan komputer.

"Saran dan masukan lebih baik jika kembali terjadi suara sama dalam pemilihan kepala desa lebih baik di perbup dilakukan revisi agar dan dilaksanakan secara CAT atau komputerisasi. Hal ini, merupakan bentuk meminimalisir kecurangan atau permainan," beber Deni.

Begitupun dengan pembuatan soal tes tertulis, Lanjut Deni, jangan lagi dilakukan oleh panitia. Melainkan melibatkan akademisi yang diambil dari luar Bengkulu Selatan.

"Seperti pembuatan soal tentu lebih baik melibatakan akademisi orang dari luar. Bukannya dilakukan oleh panitia yang ada di kabupaten," ujar Deni.

Calon Kepala Desa (kades) Nanjungan Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu yang kalah saat tes tertulis, Nopianto buka-bukaan. Ia mengaku sudah menyetor uang Rp 55 juta ke salah satu pejabat di Bengkulu Selatan dengan imbalan lulus tes tertulis dan memenangi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) hingga ke tahapan pelantikan.


"Sebelum dilaksanakan tes tertulis ada seseorang menawarkan bisa meluluskan. Maka dari itu saya tergiur memberikan uang sebesar Rp 50 juta melalui transfer bank, dan 5 juta diberikan secara tunai. Orang tersebut adalah yang memiliki kepentingan dan boleh dibilang pejabat," kata Nopianto Calon Kades Nanjungan Nomor Urut 1, kepada TribunBengkulu.com, Senin (10/7/2023) melalui telepon seluler. (adv)