Indonesiainteraktif.com, Jember - Gunung Watangan yang berada di wilayah Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, mengalami kebakaran pada Sabtu malam (8/8/2026).
Kebakaran terjadi di wilayah Petak 3G-1 dengan luas baku 9,29 hektare. Kawasan tersebut merupakan tanaman jati tahun 1996, kelas hutan KU VI, yang masuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Puger dan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH).
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Puger, Eko Tirto W, mengatakan kebakaran diketahui saat dirinya bersama jajaran melaksanakan patroli rutin.
“Pada saat patroli rutin, KRPH Puger dan jajaran mengetahui adanya kebakaran hutan di Petak 3G-1,” ujar Eko.
Setelah mengetahui adanya kebakaran, pihaknya langsung berkoordinasi dengan personel Perhutani lainnya, instansi terkait, tokoh masyarakat serta warga sekitar untuk melakukan upaya pemadaman.
“Selanjutnya kami menghubungi personel Perhutani lainnya dan instansi terkait serta tokoh masyarakat. Kami meminta bantuan untuk mengerahkan masyarakat sekitar agar ikut melakukan pemadaman api,” jelasnya.
Pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan sejumlah peralatan sederhana, seperti gepyok, ranting, garuk, dan sabit.
Menurut Eko, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 6,5 hektare. Pihaknya juga menduga kebakaran tersebut terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
“Kebakaran hutan seluas kurang lebih 6,5 hektare ini diduga ada unsur kesengajaan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran, khususnya terhadap serasah, ranting dan daun kering, masih dalam proses penghitungan.

Dalam proses penanganan dan pemadaman kebakaran, sejumlah unsur turut dilibatkan. Berdasarkan pantauan di lokasi, personel yang terlibat antara lain dari Perhutani BKPH Wuluhan sebanyak 8 orang, Polsek Wuluhan 3 orang, Koramil Wuluhan 2 orang, BPBD Jember 7 orang, Pemerintah Desa Lojejer 3 orang, serta masyarakat sekitar hutan sebanyak 10 orang.
Sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, BPBD dan masyarakat dilakukan untuk mencegah api meluas serta memastikan kondisi kawasan hutan kembali aman.
[Salman]