Gubernur Helmi Hasan Dukung Penganugerahan Gelar Adat Panglima Raja kepada Danjen Kopassus Djon Afriandi

Gubernur Helmi Hasan Dukung Penganugerahan Gelar Adat Panglima Raja kepada Danjen Kopassus Djon Afriandi

 

Indonesiainteraktif.com, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat tertinggi “Panglima Raja” kepada Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi yang digelar oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Selasa malam (23/6/2026).

Prosesi sakral yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian adat dan budaya Bengkulu, sekaligus bentuk penghormatan kepada putra daerah yang telah mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional melalui pengabdiannya di institusi TNI.

Mengenakan pakaian adat Bengkulu, Mayjen TNI Djon Afriandi mengikuti rangkaian prosesi adat sebelum secara resmi menerima gelar kehormatan Panglima Raja. Gelar tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari masyarakat adat Bengkulu kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, keteladanan, serta ikatan kuat dengan daerah asalnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang turut mendampingi jalannya prosesi menyampaikan dukungan terhadap upaya BMA dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, penghormatan kepada tokoh-tokoh Bengkulu yang berprestasi merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa.

Mayjen TNI Djon Afriandi sendiri merupakan putra Bengkulu yang memiliki garis keturunan kuat dari daerah tersebut. Ia merupakan putra dari Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib, tokoh Bengkulu asal Suku Lembak. Sementara ibundanya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu, tempat Djon menghabiskan masa kecilnya sebelum menempuh pendidikan hingga meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1995.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S., menjelaskan bahwa penganugerahan gelar adat tersebut telah melalui proses penilaian yang mendalam. Menurutnya, gelar Panglima Raja diberikan sebagai bentuk penghormatan atas ketokohan, pengabdian, serta kuatnya ikatan genealogis Djon Afriandi dengan Bengkulu.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan masyarakat adat kepada putra daerah yang telah mengukir prestasi dan membawa nama baik Bengkulu di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Bengkulu. Ia menegaskan bahwa gelar yang diterimanya merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat tertinggi “Panglima Raja” kepada Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi yang digelar oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Selasa malam (23/6/2026).

Prosesi sakral yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian adat dan budaya Bengkulu, sekaligus bentuk penghormatan kepada putra daerah yang telah mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional melalui pengabdiannya di institusi TNI.

Mengenakan pakaian adat Bengkulu, Mayjen TNI Djon Afriandi mengikuti rangkaian prosesi adat sebelum secara resmi menerima gelar kehormatan Panglima Raja. Gelar tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari masyarakat adat Bengkulu kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, keteladanan, serta ikatan kuat dengan daerah asalnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang turut mendampingi jalannya prosesi menyampaikan dukungan terhadap upaya BMA dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, penghormatan kepada tokoh-tokoh Bengkulu yang berprestasi merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa.

Mayjen TNI Djon Afriandi sendiri merupakan putra Bengkulu yang memiliki garis keturunan kuat dari daerah tersebut. Ia merupakan putra dari Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib, tokoh Bengkulu asal Suku Lembak. Sementara ibundanya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu, tempat Djon menghabiskan masa kecilnya sebelum menempuh pendidikan hingga meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1995.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S., menjelaskan bahwa penganugerahan gelar adat tersebut telah melalui proses penilaian yang mendalam. Menurutnya, gelar Panglima Raja diberikan sebagai bentuk penghormatan atas ketokohan, pengabdian, serta kuatnya ikatan genealogis Djon Afriandi dengan Bengkulu.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan masyarakat adat kepada putra daerah yang telah mengukir prestasi dan membawa nama baik Bengkulu di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Bengkulu. Ia menegaskan bahwa gelar yang diterimanya merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Gelar ini bukan sekadar penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bengkulu dalam kehidupan sehari-hari,” kata Djon.

Prosesi penganugerahan gelar adat tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, Wali Kota Bengkulu, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus memberikan penghargaan kepada putra-putri terbaik Bengkulu yang telah berkontribusi bagi bangsa dan negara.


“Gelar ini bukan sekadar penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bengkulu dalam kehidupan sehari-hari,” kata Djon.

Prosesi penganugerahan gelar adat tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, Wali Kota Bengkulu, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus memberikan penghargaan kepada putra-putri terbaik Bengkulu yang telah berkontribusi bagi bangsa dan negara.

 

Oleh :

Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT., IAI.

IndonesiaInteraktif.com