Festival Tabut Resmi di Buka pada Selasa Malam, 16 Juni 2026 dan Ditutup Pada Rabu Malam 24 Juni 2026

Festival Tabut Dibuka Pada 16 Juni 2026 dan Ditutup pada 24 Juni 2026

 

 

 

Tabut 2026 Ditutup Meriah, Warisan Budaya Bengkulu Makin Mendunia dan Ekonomi Rakyat Bergeliat

 

IndonesiaInteraktif.com, Bengkulu – Gemerlap cahaya, lantunan seni budaya, dan antusiasme ribuan masyarakat menjadi penutup sempurna Festival Tabut 2026 dalam rangkaian Semarak Muharram Bengkulu. Perhelatan budaya terbesar di Provinsi Bengkulu itu resmi ditutup di Sport Center Pantai Panjang, Rabu (24/6/2026) malam, menandai berakhirnya sepuluh hari perayaan yang tidak hanya memuliakan warisan budaya, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah.

 

Sejak dibuka pada 16 Juni hingga penutupan pada 24 Juni 2026, Festival Tabut berhasil menghadirkan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, pameran ekonomi kreatif, bazar UMKM, hingga hiburan rakyat yang mampu menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Festival Tabut kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu agenda wisata budaya paling bergengsi di Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa Tabut merupakan identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Bengkulu yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

“Tabut bukan sekadar sebuah festival tahunan. Ini adalah simbol sejarah, jati diri, dan kebersamaan masyarakat Bengkulu. Melalui Tabut, kita menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang besar bagi tumbuhnya pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Helmi Hasan.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu ko berkomitmen terus mengembangkan Festival Tabut agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mampu mengangkat citra Bengkulu di mata dunia.

 

Malam penutupan Festival Tabut juga terasa semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional asal Bengkulu. Di antaranya Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah serta Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Apni Jaya Putra, yang keduanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

 

Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah menyampaikan rasa bangganya melihat Festival Tabut terus berkembang dan semakin diminati masyarakat luas.

 

“Sebagai putra daerah, saya merasa bangga menyaksikan Tabut terus hidup dan berkembang. Budaya adalah kekuatan yang menyatukan masyarakat, memperkuat identitas daerah, sekaligus menjadi warisan yang harus kita jaga bersama. Saya berharap generasi muda terus mencintai dan melestarikan budaya Bengkulu,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menilai Festival Tabut telah memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Menurutnya, penyelenggaraan festival budaya mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, sektor transportasi, perdagangan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

“Festival budaya seperti Tabut membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Ketika budaya dikelola secara profesional, manfaatnya akan dirasakan masyarakat secara luas melalui meningkatnya aktivitas ekonomi dan kesejahteraan,” jelasnya.

 

Selama penyelenggaraan Festival Tabut 2026, kawasan Sport Center Pantai Panjang dan sejumlah lokasi kegiatan dipenuhi pengunjung yang menikmati beragam pertunjukan budaya, pawai Tabut, pagelaran seni, bazar kuliner, hingga produk-produk unggulan UMKM Bengkulu.

 

Bagi masyarakat Bengkulu, Tabut bukan hanya sebuah tradisi yang diwariskan turun-temurun, melainkan simbol persatuan, penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah, sekaligus media memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada Indonesia dan dunia.

 

Berakhirnya Festival Tabut 2026 menjadi penanda bahwa budaya tetap menjadi fondasi pembangunan daerah. Di tengah arus modernisasi, Bengkulu menunjukkan bahwa pelestarian tradisi mampu berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan daya saing daerah.

 

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Festival Tabut diharapkan terus tumbuh menjadi magnet wisata budaya berskala internasional yang mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional maupun global.

 

#Tabut2026 #FestivalTabut #SemarakMuharramBengkulu #BengkuluMaju #KharismaEventNusantara #WonderfulIndonesia

 

 

Oleh:

Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT., IAI.

Keluarga Kerukunan Tabut Bengkulu