Antara Dedy Wahyudi, Helmi Hasan dan Agusrin
Indonesiainteraktif.com - Lepasnya surat dukungan dan rekomendasi B1-KWK Partai Gerindra dari Helmi Hasan membuat dilema tersendiri bagi Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Dengan lepasnya Surat dukungan Partai Gerindra tersebut maka ruang gerak Dedy Wahyudi dalam mendukung Helmi Hasan menjadi terbatas, bahkan terhalang sama sekali karena adanya larangan keras dari Partai Gerindra.
Jika Dedy Wahyudi tetap mendukung Helmi Hasan dalam Pilkada 2020 maka sesuai AD/ART Partai Gerindra dan hasil kongres Gerindra bahwa Ketua Umum Gerindra dengan tegas mewajibkan semua kader, pengurus, simpatisan Gerindra di seluruh Indonesia untuk memenangkan dan mengamankan paslon yang telah diusung.
Kalau Dedy tidak mendukung Helmi Hasan maka Helmi Hasan tentu akan kesulitan menghadapi kontestasi politik pada Pilkda 2020. Hubungan mereka sendiri bisa retak dan memburuk.
Sekretaris DPD Gerindra Bengkulu, Suharto, kepada wartawan ini, Sabtu sore (5/9/2020), kembali menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kader partai, pimpinan partai Gerindra, bahkan anggota Dewan sekalipun untuk tidak memenangkan Pasangan Calon Kepala Daerah yang telah diusung Partai.
"Bagi mereka yang menjadi penghianat dan mau membelot akan kami rekomendasikan untuk dipecat. Termasuk anggota Dewan yang ketahuan membelot langsung kita PAW-kan. Jadi jangan coba-coba yang berkhianat atau membelot," tegas Suharto.
Mensikapi hal tersebut di atas, Dr. Rahiman Dani, pengamat politik dari Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH mengatakan “banyak jalan yang dapat dilakukan Dedy Wahyudi untuk membantu Helmi Hasan. Misalnya memberi bantuan dana, mengerahkan orang-orang yang loyal kepada beliau untuk membantu Helmi Hasan. Memberi bantuan pemikiran atau paling tidak memberi bantuan doa.”
Cara tersebut dapat dilakukan tetapi dengan cara diam-diam walau dengan resiko dan ancaman pemecatan, baik sebagai Ketua Partai Gerindra Kota Bengkulu maupun sebagai kader Partai Gerindra.
Gerindra Bengkulu mewajibkan semua kader dan pimpinan partai Gerindra di 10 Kabupaten/Kota untuk bahu membahu memenangkan calon Kepala Daerah yang diusung. Apalagi sosok Agusrin-Imron sudah lama dinanti-nantikan masyarakat Bengkulu untuk kembali membangun Bengkulu yang lebih baik lagi.
"Sosok Agusrin sudah lama dinantikan masyarakat Bengkulu. Kami bersama tim koalisi solid dan siap memenangkannya," jelas Suharto.
Tinggal Dedy Wahyudi yang berpikir sekarang, tetap mendukung Helmi Hasan dengan resiko dipecat sebagai Kader Partai Gerindra dan Ketua Partai Gerindra Kota Bengkulu. Berhenti mendukung Helmi Hasan dengan resiko hubungan mereka berdua menjadi memburuk bahkan putus hubungan sama sekali atau alternatif terakhir mengundurkan diri dari Partai Gerindra. secara terhormat, mencari Partai baru dan menjadi Ketua Kota Bengkulunya.
Besok siang akan kita lihat, apakah Dedy Wahyudi tetap akan hadir atau tidak dalam acara pendaftaran ke KPU Provinsi Bengkulu pasangan Agusrin M. Najamuddin - Imron Rosyadi atau tidak. Akankah Dedy Wahyudi tetap loyal kepada Helmi Hasan atau kembali mendukung kawan lamanya Agusri M. Najamuddin sebagai calon Gubernur Bengkulu.
Catatan redaksi : Dedy Wahyudi ketika dihubungi via telpon dan WA tidak menjawab.
Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT, IAI/Damar Dian Marfani