Adv Edi Riyanto, Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu Meraih Peringkat Pertama (Terbaik) Dalam Merancang Gugatan Mahkamah Konstitusi

Adv. Edi Riyanto., SH., MH, Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu berhasil meraih peringkat pertama (terbaik) dalam penyusunan dan pembuatan gugatan sengkata PHPU Mahkamah Konstitusi RI di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Cisarua, Bogor, yang dilaksanakan selama 4 hari 13-16 Pebruari 2023 (Foto : Edi Riyanto).

 

Aa

 

Indonesiainteraktif.com, Bogor -- DPD Partai Gerindra Provinsi Provinsi Bengkulu dibawah kepemimpinan H. Suharto, SE., MBA, mengukir sejarah luar biasa dalam Bimbingan Teknis Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum tahun 2024 bagi Partai Gerakan Indonesia Raya di Bogor (13-16/2/2023). Dalam Bimtek yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari tersebut, Adv Edi Riyanto, SH., MH terpilih sebagai peserta terbaik dalam penyusunan dan pembuatan gugatan sengkata PHPU Mahkamah Konstitusi RI. Selain Edi Riyanto, DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu juga mengirimkan Siti Nur Aliatun, SH dan Tri Joko, SH sebagai peserta.

Acara Bimtek yang dilaksanakan Mahkamah Konstitusi itu diikuti oleh 50 peserta dari DPP Partai Gerindra dan 150 peserta dari 38 DPD Partai Gerindra se-Indonesia.

Bimtek yang dilaksanakan Mahkamah Konstitusi tersebut menampilkan Ketua MK Prof. Dr. Anwar Usman SH. MH sebagai nara sumber yang memaparkan materi tentang Peranan Partai Politik dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.

Anwar Usman mengatakan sebagai negara demokrasi, partai politik memiliki peran penting dalam proses rekrutmen calon pemimpin. Tidak bisa dihindari, setiap partai politik memiliki andil besar dalam menyeleksi calon-calon pemimpin, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional. Khususnya andil partai bagi pemimpin di tingkat nasional, dalam hal ini presiden. Partai politik otomatis menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh setiap calon presiden. Dengan kata lain, setiap calon presiden harus diusung oleh partai politik maupun gabungan partai politik. Disinilah letak pentingnya koalisi partai politik.

“Sistem politik di Indonesia yang menganut sistem multi partai, seakan-akan mewajibkan setiap partai berkoalisi dengan partai lain demi mengusung calon presiden tertentu. Partai politik dapat dipastikan tidak mungkin seorang diri mengusung calon presidennya. Jadi setiap partai harus berkoalisi. Namun disinilah letak permasalahannya. Semakin banyak partai politik yang mengusung satu calon presiden maka akan semakin banyak permintaan dan tuntutan partai pengusung yang harus diakomodir. Dengan kata lain, semakin banyak dukungan partai politik, maka akan semakin lemah sistem pemerintahan yang dibangun. Dan sebaliknya, semakin sedikit atau tidak ada koalisi yang dibangun, maka partai politik akan semakin kuat mencari sosok calon presiden tangguh. Itulah wajah politik kita saat ini,” pungkas Ketua Mahkamah RI Anwar Usman.

Berkenaan dengan prestasi yang diraih oleh Adv. Edi Riyanto diharapkan akan menambah semangat baru bagi Bappilu Partai Gerindra Provinsi Bengkulu dalam mempersiapkan saksi-saksi. 

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu H. Suharto, SE., MBA berharap agar Bappilu Partai Gerindra yang ada di Provinsi Bengkulu serius dalam mempersiapkan saksi-saksi.

“Bappilu DPD Partai Gerindra se Provinsi Bengkulu harus serius mempersiapkan saksi yang benar-benar membela Partai Gerindra. Agar segala kemungkinan yang terjadi bisa kita atasi dengan cepat dan baik. Prabowo Presiden, Gerindra Menang, Indonesia Menang,” pungkas Suharto. (HRX)

 

Editor : Dr. Ir. H. Herawansyah, S.Ars., M.Sc., MT, IAI.